diucapkan
Profil Kami
- Nailul Huda
- Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
- laundry - kiloan - bersih - jasa - kos-kosan -
Rabu, 07 Oktober 2015
MODUL BAHASA INDONESIA SMK KELAS X
BAB I MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI LAFAL, TEKANAN,
INTONASI, DAN JEDA YANG LAZIM/BAKU
DAN YANG TIDAK.
A. Tujuan Menyimak
B. Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda
C. Ciri Bahasa Indonesia Baku
UJI KOMPETENSI
BAB II MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI INFORMASI LISAN
DALAM KONTEKS BERMASYRAKAT
A. Memahami Sumber Informasi
B. Jenis Informasi
C. Ragam Bahasa
D. Memahami Penanda Uraian Proses dan Hasil
UJI KOMPETENSI
BAB III MEMBACA CEPAT UNTUK MEMAHAMI INFORMASI
TERTULIS DALAM KONTEKS BERMASYARAKAT
A. Membaca Cepat Pemahaman
B. Membaca Lanjutan dengan Sistem Membaca Layap
(Skimming) dan Membaca Memindai (Scaning)
C. Teknik Membuat Catatan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
D. Teknik Menyusun Bagian
E. Menafsirkan Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan Idiomatik
UJI KOMPETENSI
BAB IV MEMAHAMI INFORMASI TERTULIS DALAM
BERBAGAI BENTUK TEKS
A. Mengindentifikasi Sumber Informasi dengan Teknik
Membaca Cepat
B. Mengindentifikasi Jenis Teks Tertulis
C. Teknik Membuat Catatan
D. Ciri Penanda Masalah, Gaya Tulisan, Fakta, Opini, Proses, dan Hasil yang Terdapat dalam Teks
E. Membaca Grafik, Tabel, dan Bentuk Informasi
Nonverbal Lainnya
F. Membuat Simpulan
UJI KOMPETENSI
BAB V MELAFALKAN KATA DENGAN ARTIKULASI YANG TEPAT
A. Bunyi dan Alat Ucap Manusia
B. Melafalkan Kata Secara Baku dan Membedakannya
dengan Lafal Daerah
C. Pelafalan Kata Serapan
UJI KOMPETENSI
BAB VI MEMILIH KATA, BENTUK KATA, DAN UNGKAPAN
YANG TEPAT
A. Pilihan Kata dan Bentukan Kata dalam Kaitannya dengan
Konteks atau Topik Pembicaraan
B. Memanfaatkan Kata Bersinonim untuk Menghindari Kata
yang Sama dalam Satu Kalimat/Paragraf
C. Makna Leksikal, Makna Kontekstual (Situasional), Makna
Struktural, dan Metaforis
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
D. Majas dan Peribahasa
E. Pilihan Kata dalam Laras Bahasa
UJI KOMPETENSI
TES SEMESTER GANJIL
BAB VII. MENGGUNAKAN KALIMAT YANG BAIK TEPAT DAN
SANTUN
A. Syarat-Syarat Kalimat yang Baik dan Komunikatif
B. Kalimat yang Komunikatif, tetapi Tidak Cermat
C. Kalimat yang Cermat, tetapi Tidak Komunikatif
D. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun
UJI KOMPETENSI
BAB VIII MENGUCAPKAN KALIMAT DENGAN JELAS, LANCAR,
BERNALAR, DAN WAJAR
A. Tekanan, Intonasi, Nada, Irama, dan Jeda
B. Membaca Indah
C. Membaca Teks Pengumuman
UJI KOMPETENSI
BAB IX MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN
KATEGORI/KELAS KATA
A. Kelas Kata
B. Frasa dan Macamnya
C. Memanfaatkan Kelas Kata dalam Perincian pada Kalimat
UJI KOMPETENSI
BAB X MEMBUAT BERBAGAI TEKS TERTULIS DALAM
KONTEKS BERMASYARAKAT
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
A. Perencanaan Membuat Karangan
B. Pola Pengembangan Karangan
C. Menulis Berbagai Jenis Karangan
UJI KOMPETENSI
BAB XI MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA SECARA TERTULIS
SESUAI DENGAN SITUASI KOMUNIKASI
A. Kalimat Tanya
B. Macam-Macam Kalimat Tanya
UJI KOMPETENSI
BAB XII MEMBUAT PARAFRASA DARI TEKS TERTULIS
A. Memahami Parafrasa
TES SE
B. Cara Memparafrasa Wacana
UJI KOMPETENSI
Menyimak untuk Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda yang
Lazim/Baku dan yang Tidak
A. Tujuan Menyimak
Salah satu keterampilan bahasa ialah menyimak. Menyimak menggunakan indra pendengaran, namun bukan berarti saat mendengar seseorang sudah dikatakan sedang menyimak. Sesungguhnya proses menyimak tidak sekadar mendengar, tetapi lebih dari itu, yaitu, mendengar dengan memusatkan perhatian kepada objek yang disimak. Proses menyimak merupakan kegiatan mendengarkan yang disengaja dalam rangka mencapai maksud-maksud tertentu. Maksud-maksud tersebut misalnya, untuk tujuan belajar, mengapresiasi sebuah karya, mendapatkan informasi khusus, memecahkan masalah, atau untuk memahami aspek - aspek sebuah bahasa.
*Kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mempelajari aspek-aspek bahasa,
meliputi hal-hal berikut :
a. Pengenalan dan pemahaman tentang unsur-unsur bunyi dan hal yang membentuknya
seperti alat ucap yang disebut dengan ilmu fonetik dan fonemik.
b. Proses pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan unsur-unsur kalimat.
c. Pembagian kosakata dan hal yang menyangkut makna.
d. Makna kata berdasarkan situasi dan konteks pemakaiannya.
e. Makna budaya yang tercakup dan tersirat dalam suatu pesan, dan sebagainya.
B. Pemahaman terhadap Lafal, Tekanan, Intonasi, dan
Jeda
Unsur bahasa yang terkecil berupa lambang bunyi ujaran disebut
fonem. Ilmu yang mempelajari fonem disebut fonologi atau fonemik. Fonem
dihasilkan oleh alat ucap manusia yang dikenal dengan artikulasi. Dalam
bentuk tertulisnya disebut huruf. Lambang-lambang ujaran ini di dalam
bahasa Indonesia terbagi dua, yaitu vokal dan konsonan. Cara mengucapkan
lambang-lambang bunyi ini disebut dengan lafal. Jadi lafal adalah cara
seseorang atau sekelompok penutur bahasa dalam mengucapkan lambanglambang
bunyi yang dihasilkan oleh alat ucapnya.
Fonem vokal di dalam bahasa Indonesia secara umum dilafalkan
menjadi delapan bunyi ujaran walaupun penulisannya hanya lima ( a, i , u,
e, o ). Misalnya,
fonem / a / dilafalkan [ a ]
fonem / i / dilafalkan [ i ]
fonem / u / dilafalkan [u ]
fonem / e / dilafalkan tiga bunyi yaitu: [ e ] , [ ə ] atau e lemah, dan [ε]
atau e lebar.
Contoh pemakaian katanya;
lafal [ e ] pada kata < sate >
lafal [ə ] pada kata < pəsan >
lafal [ε ] pada kata < n ε n ε k >
fonem / o / terdiri atas lafal [ o ] biasa dan lafal [ ] atau o bundar.
Contoh pemakaian katanya:
lafal [ o ] pada kata [ orang ]
lafal [ ] pada kata [ p h n ], saat mengucapkannya bibir lebih maju
dan bundar.
Variasi lafal fonerm / e / dan / o / ini memang tak begitu dirasakan,
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
cenderung tersamar karena pengucapannya tidak mengubah arti kecuali
pada kata-kata tertentu yang termasuk jenis homonim.
Tidak ada pedoman khusus yang mengatur ucapan atau lafal ini seperti
bagaimana diaturnya sistem tata tulis atau ejaan dalam Pedoman Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD) yang harus dipatuhi setiap pemakai bahasa tulis
bahasa Indonesia sebagai ukuran bakunya. Lafal sering dipengaruhi oleh
bahasa daerah mengingat pemakai bahasa Indonesia terdiri atas berbagai
suku bangsa yang memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Bahasa
daerah ini merupakan bahasa Ibu yang sulit untuk dihilangkan sehingga
saat menggunakan bahasa Indonesia sering dalam pengucapan diwarnai
oleh unsur bahasa daerahnya. Contoh: kata diucapkan oleh orang
Betawi menjadi ,
Langganan:
Komentar (Atom)